Sejarah

Sejarah berdirinya Direktorat Pendidikan Madrasah merupakan sebuah rangkaian yang tak terpisahkan dari lahirnya Kementerian Agama. Kementerian Agama merupakan sebuah Kementerian yang termasuk paling awal berdiri jika dibandingkan dengan Kementerian lainnya. Kementerian ini berdiri pada tanggal 3 Januari 1946. Pada awal berdirinya, bidang Pendidikan Islam pada masa pemerintahan orde lama difokuskan pada pengembangan dan pembinaan madrasah dan pendidikan Islam di sekolah umum. Bidang ini ditangani selanjutnya diberi nama Bagian Pendidikan Agama yang mempunya tugas dan fungsi sebagai berikut:

 

1. Memberi pengajaran agama di sekolah negeri dan partikulir

2. Memberi pengetahuan umum di madrasah

3. Mengadakan Pendidikan Guru Agama serta Pendidikan Hakim Islam Negeri.

 

Pada tahun 1950 Bagian Pendidikan Agama berkembang dan selanjutnya berubah namanya menjadi Jawatan Pendidikan Agama di Kementerian Agama. Fokus dari bagian ini tetap pada 3 aspek: yaitu memberi pengajaran pada sekolah negeri, memberi pengetahuian umum di madrasah dan mengadakan pendidikan guru agama serta pendidikan hakim Islam negeri. Pada tahun 1968 Jawatan Pendidikan Agama berubah nama menjadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam).

 

Madrasah mencatat bahwa nama ini kemudian mengalami beberapa kali perubahan sebagai konsekuensi diterbitkannya Keppres tentang Susunan Organisasi Departemen/Kementerian yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Agama. Berikut diuraikan perubahan nama hingga menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

 

Keputusan Presiden nomor 30 Tahun 1978 jo Keputusan Menteri Agama nomor 6 Tahun 1979, merubah nomenklatur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.

 

Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam :

 

1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

2. Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum Negeri;

3. Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam;

4. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam;

5. Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam.

 

Keputusan Presiden nomor 165 Tahun 2000 jo dengan Keputusan Menteri Agama nomor 1 Tahun 2001, merubah nomenklatur Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam menjadi Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.

 

Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam :

 

1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

2. Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum;

3. Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren;

4. Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam;

5. Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid.

 

Sehingga dapat dikatakan bahwa secara umum lahirnya Direktorat Pendidikan Madrasah terlahir dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama nomor 1 Tahun 2001. Keputusan Menteri Agama RI nomor 3 Tahun 2006 menetapkan bahwa susunan organisasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam merubah nama Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum menjadi Direktorat Pendidikan Madrasah. Selengkapnya susunan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

 

1. Sekretariat Direktorat Jenderal;

2. Direktorat Pendidikan Madrasah;

3. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren;

4. Direktorat Perguruan Tinggi Islam;

5. Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;

6. Dan Kelompok Jabatan Fungsional.

 

Nomenklatur Direktorat Pendidikan Madrasah tidak mengalami perubahan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementeri Agama.

 

Direktorat yang kemudian sampai saat ini bernama Direktorat Pendidikan Madrasah dipimpin oleh seorang Direktur. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya beban dan cakupan kerja yang semakin banyak dan luas, Direktorat Pendidikan Madrasah memekarkan diri menjadi dua Direktorat, yakni Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan. Pemekaran ini diatur dalam Peraturan Menteri Agama No. 42 Tahun 2016.

 

Sejak awal berdiri hingga tahun 2017, Direktorat ini telah dipimpin 14 Direktur. Adapun nama-nama Direktur tersebut adalah sebagai berikut:

 

Drs. Zaini A. Syis

Drs. H. Ali Hasan

Drs. Aya Sofia M.Ed

Drs. Zamakhsyari Dhofier, MA

Dr. Husni Rahim

Drs. Abdul Azis, MA

Dr. Bambang Pranowo

Dr. Abdullah Sukarta

Dr. Mohammad Irfan

Drs. Firdaus Basyuni, M.Pd

Drs. Ace Saefudin, M.A

Prof. Dr. Dedi Djubaedi, M.Ag

Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan M.A.

Dr. H. A. Umar, MA.

 


Share :