Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah

MAN 2 Payakumbuh Kampanyekan Sekolah Ramah Anak

Berita   11/09/2017   by Madrasah

Payakumbuh (Kemenag) --- Kamis, 7 September 2017 merupakan hari penting bagi siswa-siswi MAN 2 Payakumbuh Sumatera Barat. Pasalnya, setelah terpilih sebagai Sekolah Ramah Anak 2017 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di bulan Juli lalu, MAN 2 Payakumbuh terpilih sebagai peserta Kampanye Outdoor Classroom Day (OCD) Sekolah Ramah Anak.

Kepala MAN 2 Payakumbuh Alex Sandra menuturkan bahwa kampanye ini dilakukan selama tiga jam pada hari Kamis, 7 September 2017 di MAN 2 Payakumbuh oleh 1.079 siswa-siswi. “Kampanye ini dilakukan secara serentak oleh sekolah-sekolah yang dipilih oleh Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Bahkan, kampanye dilakukan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di sekolah-sekolah di seluruh dunia,” tutur Alex Sandra saat ditemui di tengah-tengah kegiatan kampanye OCD.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama kampanye OCD Sekolah Ramah Anak ini adalah
Berbaris di depan kelas masing-masing, kemudian masuk ke kelas sembari bersalaman dengan guru kelas.

  1. Membaca al-Qur’an (Tahsinul Qur’an) selama 15 menit
  2. Mencuci tangan untuk persiapan sarapan.Sarapan Pagi dengan bubur kacang padi dan minuman Kawa Daun, dari bahan dasar daun kopi arabika yang dijepur tanpa kena terik matahari, yang direbus sampai mendidikan dan disajikan dengan cangkir dari tempurung kelapa.
  3. Cuci tangan dan mencuci peralatan sarapan pagi
  4. Bermain permainan tradisional, meliputi eggrang, cakbur, paktekong, kelereng, taplak air, tangkap nyamuk, sarung silaturahmi, lompat tali, tempurung tali, ular naga, dore (garis petak dorong), ular air dan lain-lain.
  5. Membaca Ikrar Sekolah Ramah Anak: “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira, Sayang Semua.”
  6. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
  7. Senam bersama di lapangan Tanjung Gadang
  8. Makan beragam snack (makanan ringan) yang berasa dari ketela

“Tiga jam di luar kelas ini momen yang paling menyenangkan bagi siswa-siswi. Bahkan juga para guru turut berhamburan keluar kelas ikut berkampanye, mulai dari mencuci tangan hingga bermain permainan tradisional dan senam,” ujar Alex Sandra.

Kampanye OCD Sekolah Ramah Anak baru pertama kali dilakukan setelah kerjasama antara Indonesia dan Lembaga Masyarakat di Inggris yang disepakati saat pertemuan Child in the City Conference pada bulan November 2016 di Belgia. (hamam)

 

 

Share :