(021) 3811654 (021) 385911

Publikasi

Profil Siswa-Siswi Madrasah Berprestasi 2016

  • Madrasah
  • /
  • Rabu, 26 September 2018 - 10:23 WIB
  • dilihat 356

Buku ini merupakan buku kedua yang berisi profil siswa-siswi madrasah yang berprestasi. Buku pertama telah dicetak dan diedarkan ke madrasah-madrasah melalui Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama pada akhir tahun 2015. Buku pertama berisi 33 profil siswa-siswi madrasah berprestasi. Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah buku yang kedua.

Buku kedua ini memuat siswa-siswi madrasah yang berprestasi di pertengahan terakhir tahun 2015 dan pertengahan pertama tahun 2016. Di akhir tahun 2015 sampai akhir 2016, prestasi-prestasi siswa-siswi madrasah sangat banyak hingga tim kami merasa kuwalahan dalam mendata dan memilah-milah. Sehingga tidak semua siswa-siswi madrasah yang berprestasi pada rentan waktu tersebut bisa ditampilkan di sini, karena problem-problem teknis seperti data yang tidak lengkap, atau karena tim Direktorat Pendidikan Madrasah tidak bisa menghubungi siswa-siswi tersebut, karena mungkin mereka sudah lulus dari madrasah, atau mereka meraih prestasi ketika penulisan profil ini sudah pada tahap penyelesaian, sehingga tim Direktorat Pendidikan Madrasah tidak bisa memasukkan ke dalam buku profil ini.

Di tahun 2016--yang terdata oleh Direktorat Pendidikan Madrasah ada 128 siswa-siswi madrasah yang berprestasi. Dari 128 siswa-siswi madrasah yang berprestasi hanya 45 yang dapat kami masukkan di dalam buku ini. 45 siswa tersebut kami beri pertanyaan yang sama, yakni seputar 1) Alasan mereka mengapa belajar di madrasah, 2) gambaran kondisi madrasah yang mereka tempati, 3) kisah perjuangan mereka memperoleh prestasi. Dari tiga pertanyaan utama tersebut, kami melihat dan menyimpulkan sejumlah hal-hal menarik dari siswa-siswi madrasah.

Pertama, mereka sendiri mengakui dan menyadari bahwa ajaran agama itu sangat penting bagi bekal kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat. Untuk mendapatkan bekal tersebut, madrasah adalah pilihannya. Bagi mereka madrasah mengajarkan banyak nilai: akhlak dan spiritual. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, mereka juga menyadari bahwa prestasi yang mereka capai tidak lain dan tidak bukan karena bantuan orang-orang yang berada di sekelilingnya, para guru, pembimbing dan tentu doa dari orangtua mereka. Mereka juga menyadari betul bahwa prestasi yang mereka capai tidak hanya berkau usaha mereka tetapi juga berkat doa-doa yang mereka panjatkan.
Dari kisah-kisah mereka kita bis amenbaca bahwa awalnya mereka tidak memiliki prediksi (secara hitam di atas putih) untuk menang, namun karena doa-doa yang kuat mereka bisa menang di luar prediksi mereka. Dengan sikap-sikap tersebut mereka adalah para pemenang yang tawadhu, rendah hati, alias tidak sombong. Dengan kesadaran-kesadaran tersebut mereka lebih menghargai proses dari pada hasilnya. Sebagaimana istilah asing menyebutkan The process to get there is more valuable than actually reaching the destination (Proses untuk menuju ke sana itu lebih bernilai sebenarnya ketimbang ketika sampai pada tujuan).


Kedua, usaha di tengah keterbatasan. Siswa-siswi madrasah yang berprestasi di dalam buku ini bukanlah secara tiba-tiba langsung menang dalam sebuah kompetisi. Mereka juga pernah melalui tahap-tahap kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebutlah yang menjadi motivasi mereka untuk terus berusaha (siang dan malam) untuk berprestasi. The most powerful propeller for success is failure (pendorong yang paling kuat menuju kesuksesan adalah kegagalan).


Siswa-siswi madrasah memiliki semangat yang kuat untuk sukses bahkan di tengah keterbatasan mereka. Keterbatasan tersebut bisa berupa fasilitas dan finansial. Namun, limited money or other resources force us to be creative with what we have, keterbatasan finansial dan sumber daya mendorong mereka untuk lebih kreatif dengan apa yang mereka miliki. Inilah cara pandang siswa-siswi madrasah yang berprestasi.


Ketiga, mereka memiliki cita-cita dan mimpi. Semangat yang dibangun oleh siswa-siswi madrasah selalu didasarkan pada cita-cita mereka. Tidak hanya siswa-siswi madrasah di perkotaan saja yang punya cita-cita tinggi. Siswa-siswi di pelosok pedesaanpun juga memiliki cita-cita. Dengan cita-cita itu mereka bisa bermimpi dan dengan mimpi itulah semangat untuk mewujudkannya begitu kuat sehingga terlahirlah prestasi-prestasi tersebut. Vision creates dream. Dreams become reality. Prestasi-prestasi tersebutlah yang akan semakin mengukuhkan dan menjadi kekuatan untuk meraih cita-cita mereka.


Oleh sebab itu, buku ini semoga bisa menjadi charger penyemangat, pemotivasi dan pemberi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi madrasah di Indonesia untuk terus bercita-cita, bermimpi dan berprestasi. Semoga. Selamat membaca.