Direktorat Pendidikan Madrasah mohon maaf atas keterbatasan peserta dalam Festival dan Kompetisi Robotik Madrasahh 2016, semoga tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal.

Belajar dari Para Generasi Emas Madrasah

Buku setebal 302 halaman ini berusaha menginspirasi para siswa madrasah melalui kisah-kisah inspiratif dari para alumni madrasah yang kini mampu menembus batas impian untuk berpresatsi secara gemilang. Buku yang ditulis oleh para penulis muda berbakat ini juga berupaya menyajikan bagaimana perjuangan para generasi emas madrasah dalam meraih prestasi stinggi-tingginya.
Written by: A. Khoirul Anam, dkk
Published by: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI
Date published: 11/01/2015
Edition: I
Available in Paperback

“Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah”. Salah satu kalimat ajakan dari yang empunya kebijakan, Direktorat Pendidikan Islam Kemeanterian Agama Republik Indonesia untuk mengajak anak-anak Indonesia belajar di madrasah dan pesantren. Tentu tagline tersebut bukan isapan jempol semata. Karena terbukti, lulusan madrasah mampu meniti karir gemilang di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di dalam dan di luar negeri seperti yang diulas secara inspiratif dalam buku ini.

Buku Madrasah Mencetak Generasi Emas

Buku Madrasah: Mencetak Generasi Emas

Buku setebal 302 halaman ini berusaha menginspirasi para siswa madrasah melalui kisah-kisah inspiratif dari para alumni madrasah yang kini mampu menembus batas impian untuk berpresatsi secara gemilang. Buku yang ditulis oleh para penulis muda berbakat ini juga berupaya menyajikan bagaimana perjuangan para generasi emas madrasah dalam meraih prestasi stinggi-tingginya.

Di dalam kalimat-kalimat pengantarnya, Direktur Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, MA mengatakan, jika menyimak kisah mereka dengan baik dalam buku ini, kita akan mendapatkan satu kesimpulan bahwa berbagai keterbatasan tidak menghalangi para siswa madrasah untuk maju dan berprestasi. Dengan ikhtiar yang tekun dan kemauan yang keras, mereka berhasil mewujudkan impiannya

Apa yang diungkapkan oleh Dirjen Pendis tersebut sesuai dengan kenyataan di lapangan bahwa tidak banyak siswa beruntung secara materi untuk memenuhi segala kebutuhan selama menjalani proses pendidikannya. Bahkan sebagian siswa berprestasi di berbagai pelosok daerah di Indonesia merupakan siswa yang kurang mampu secara materi, tetapi sangat brilian secara prestasi. Oleh karena itu, karir pendidikan gemilang seperti inspirasi para generasi emas madrasah yang dikisahkan dalam buku ini dicapai dengan kemauan dan belajar yang keras. Mental ini sangat penting sebagai modal untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

Para siswa berprestasi yang dikisahkan dalam buku ini memang hanya sebagian kecil saja. Siswa berprestasi lain di luar sana tentu sangat banyak untuk dijadikan inspirasi dan energi positif pendorong kemajuan. Yang perlu dicatat, generasi emas madrasah ini tidak hanya berprestasi secara keilmuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotorik), tetapi mereka juga berkualitas secara akhlak (afektif).

Komitmen belajar agama seperti yang diceritakan dalam buku ini tetap istiqomah dilakukan oleh para alumni madrasah meski mereka sedang menjalani kuliah di luar negeri dengan jadual yang padat. Hal ini dilakukan oleh Ika Damayanti Puasa (halaman 11). Dia belajar kedokteran di Universitas Leipzig, Jerman, namun tetap ngaji dan menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya seperti yang dia lakukan saat masih menjadi siswa di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Aktifitas belajarnya yang padat di Jerman tidak menghalanginya untuk menambah hafalan ayat demi ayat. Al-Qur’an sudah menjadi sahabatnya sehari-hari.

Ia belajar Al-Qur’an di Masjid Al-Rahman Leipzig yang dibimbing  oleh beberapa temannya asal Suriah di akhir pekan. Ia juga melakukan muroja’ah; menyetorkan hafalannya di grup WhatsApp,MEMORIZING QURAN: Menghafal Quran 1 Hari 1 Ayat.

“Saya berencana menyelesaikan hafalan Quran saya dan bisa memperkenalkannya dalam terjemahan bahasa Jerman, khususnya di bidang kesehatan. Saya juga mendaftarkan diri di sebuah lembaga beasiswa Avicenna khusus untuk mahasiswa muslim, dalam rangka menjadi kader dan cendekiawan muslim yang berkarya dengan ilmu pengetahuan,” ujar Damayanti seperti yang dijelaskan dalam buku tersebut.

Selain Damayanti, kisah inspiratif lain juga bisa dibaca dalam buku ini yang memuat banyak cerita tentang alumni madrasah dengan berbagai prestasinya di bidang masing-masing. Prestasi yang ditorehkan oleh mereka terbilang sangat luar biasa. Di mulai dari perjuangannnya menimba ilmu di madrasah, masing-masing mereka ada yang kuliah di Tokyo, Jepang, meraih medali di olimpiade matematika internasional di berbagai negara, ada yang menjadi Astronom muda, ada juga yang mampu keluar dari himpitan ekonomi kemudian mampu berprestasi gemilang. Dalam buku ini, bahkan ada alumni madrasah yang pernah meraih rekor MURI saat umur 5 tahun, dan kisah-kisah inspiratif lain yang dapat membangunkan semngat belajar para pembaca, khususnya para siswa madrasah.

Tentu dengan berbagai prestasi tersebut, siswa madrasah bukan hanya mampu mengahrumkan nama madrasah, orang tua, dan orang-orang terdekatnya, siswa-siswa ini juga mampu membawa harum nama bangsa Indonesia di mata dunia. Mereka menjadi calon tulang punggung kemajuan bangsa dengan prestasi dan akhlak mulia.

Dengan hadirnya buku yang diterbitkan oleh Ditjen Pendis Kemenag RI ini, pemerintah juga berupaya selalu ikut andil dalam mempublikasikan siswa-siswi madrasah berprestasi. Hal ini penting dilakukan agar menjadi contoh baik di tengah anak bangsa yang justru lebih gandrung menikmati kemajuan era digital yang berpotensi mengaburkan peran generasi muda yang sesungguhnya. Meskipun banyak juga karya-karya inspiratif anak muda dari dunia digital.

Lebih jauh, buku ini memberi pelajaran kepada siswa madrasah agar terus menjadi manusia pembelajar di tengah kondisi sesulit apapun. Manusia pembelajar mampu mengubah kondisi sulit menjadi sebuah energi pendorong keberhasilan, kemudian berprestasi dan menghasilkan karya bermanfaat bagi masyarakat luas. Itulah yang dikisahkan para generasi emas madrasah yang diceritakan dalam buku apik ini. Dari sebuah keberadaan (be ing) dirinya dalam kondisi apapun, mereka mampu menjadi (to be). Selamat membaca! (Fathoni Ahmad)

2766 Total Views 15 Today Views
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *