Direktorat Pendidikan Madrasah mohon maaf atas keterbatasan peserta dalam Festival dan Kompetisi Robotik Madrasahh 2016, semoga tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal.

Teladan Inspiratif dari Para Guru Madrasah

Buku setebal 348 halaman ini berupaya memberikan inspirasi kepada para pendidik di sekolah dan madrasah melalui kisah-kisah teladan para guru dan kepala madrasah. Bahkan bukan hanya mengemukakan keteladanan, para sosok guru dalam buku ini juga menopang keteladanan dengan prestasi membanggakan.Buku setebal 348 halaman ini berupaya memberikan inspirasi kepada para pendidik di sekolah dan madrasah melalui kisah-kisah teladan para guru dan kepala madrasah. Bahkan bukan hanya mengemukakan keteladanan, para sosok guru dalam buku ini juga menopang keteladanan dengan prestasi membanggakan.


Buku Inspirasi Para Guru Madrasah

Buku Keteladanan: Sosok Para Guru Madrasah Inspiratif

Salah satu teori pedagogik menyatakan bahwa keberhasilan peserta didik ada di tangan guru, keberhasilan guru ada di tangan kepala sekolah atau madrasah, keberhasilan kepalada sekolah ada di tangan pengawas pendidikan, keberhasilan pengawas pendidikan ada di tangan kepala dinas pendidikan, dan seterusnya ke atas. Konsep vertikal ini memberi pemahaman, pendidikan memerlukan sosok pemimpin sekaligus mampu menjadi fasilitator, bukan hanya menjadi mandor.
Secara teknis dan praktis, kesuksesan para peserta didik di madrasah atau sekolah dikarenakan faktor guru. Guru memainkan peran penting dalam memberikan pemahaman kepada para siswa akan sebuah materi pelajaran. Bukan hanya faktor kognitif, guru juga menjadi role model bagaimana pengetahuan para siswa ditopang dengan akhlak mulia (afektif) sehingga memunculkan berbagai potensi dan keterampilan (psikomotorik) para siswa.
Buku setebal 348 halaman ini berupaya memberikan inspirasi kepada para pendidik di sekolah dan madrasah melalui kisah-kisah teladan para guru dan kepala madrasah. Bahkan bukan hanya mengemukakan keteladanan, para sosok guru dalam buku ini juga menopang keteladanan dengan prestasi membanggakan.
Melalui berbagai penemuan dan penelitian yang dilakukan 25 guru teladan dalam buku ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI berupaya mempublikasikan prestasi dan keteladanan sehingga diharapkan mampu menginspirasi para guru madrasah di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengantarnya dalam buku ini mengatakan, keberhasilam pendidikan Islam tak bisa dilepaskan dari kiprah para guru dan kepala madrasah. Mereka gigih menjalankan tugas demi menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. Buku ini, lanjut Menag, cukup memberikan gambaran mengenai berbagai kreasi dan inovasi yang telah dilakukan oleh para guru dan kepala madrasah. (halaman xv)
Jelas para guru dan kepala madrasah tidak hanya sekadar memberikan materi pelajaran demi mencapai beban kurikulum. Tetapi mereka juga harus senantiasa berinovasi, baik dalam menyusun materi pembelajaran, metode pembelajaran, maupun media pembelajaran. Kompetensi holistik ini minimal ada pada diri para guru sehingga siswa mampu menyerap materi dengan baik.
Bagi seorang guru, mengukir teladan dan prestasi tidak hanya bisa dilakukan di dalam kelas, tetapi juga harus berprestasi di luar kelas. Hal ini penting dalam rangka menebar inspirasi kepada peserta didik. Seperti yang dilakukan oleh guru bernama Widya Lestari (38), guru Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, Jawa Tengah. Melalui kompetensi pedagogiknya, dia berhasil menggondol Juara I guru MA berprestasi tingkat Kabupaten Pati. Pada 2015, dia juga berhasil menyabet Juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dalam proses pembelajaran, Widya juga melakukan berbagai inovasi. Dia kerap kali mementuk forum pembelajaran luar kelas yang disebutnya study excursion. Hingga saat ini, metode tersebut identik dengan dirinya. Siswa dalam pandangan Widya mempunyai potensi yang luas dalam dirinya. Sehingga ia tidak mau siswanya hanya melulu belajar di dalam kelas.
Teladan dan prestasi lain ditunjukkan oleh Ahmad Hidayatullah, pada tahun 2012-2015, ia menjadi Kepala MAN 3 Malang, Jawa Timur. Ia berhasil membawa MAN 3 Malang menjadi madrasah berkelas, bahkan secara internasional. Sebelum memimpin MAN 3 Malang, ia juga berhasil mengarsiteki MAN IC Gorontalo dan Serpong. Untuk prestasinya ini, Ahmad sampai dijuluki sebagai arsitek madrasah kelas dunia.
Widya Lestari dan Ahmad Hidayatullah merupakan dua dari 25 guru dan kepala madrasah yang dikisahkan secara apik dalam buku ini. Mereka tak hanya bekerja karena tuntutan kurikulum belaka, tetapi juga gigih sepenuh hati dalam memberikan kemampuan dan pengabdian terbaik untuk para siswa dan institusinya.
Buku ini memberikan gambaran kepada para guru dan kepala madrasah bahwa untuk mencapai tingkat di mana pendidikan menjadi rumah berkualitas bagi para siswa, dibutuhkan kerja keras dan inovasi tiada henti. Hal ini dilakukan untuk memajukan pendidikan itu sendiri, khususnya di madrasah.
Dalam buku ini, para sosok guru dan kepala madrasah juga memberikan inspirasi bahwa madrasah tidak hanya memapu menumbuhkan akhlak mulia, tetapi juga menawarkan kualitas pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia yang siap bersaing di era global. Tulisan dalam buku ini dikemas secara naratif dengan gaya bahasa renyah dan ringan sehingga pembaca tidak akan terasa monoton untuk mecapai kata demi kata dan kalimat demi kalimat. Selamat menginspirasi! (Fathoni Ahmad)

Identitas buku:
Judul : Keteladanan: Sosok Para Guru Madrasah Inspiratif
Penulis : A. Khoirul Anam, dkk
Penerbit : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI
Tebal : xviii + 348 halaman
Cetakan : I, November 2015
Peresensi : Fathoni Ahmad

4630 Total Views 15 Today Views
Share:

2 Comments on “Teladan Inspiratif dari Para Guru Madrasah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *