Direktorat Pendidikan Madrasah mohon maaf atas keterbatasan peserta dalam Festival dan Kompetisi Robotik Madrasahh 2016, semoga tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal.

SEJARAHVISI DAN MISISTRUKTUR ORGANISASITUGAS DAN FUNGSI

Sejarah berdirinya Direktorat Pendidikan Madrasah merupakan sebuah rangkaian yang tak terpisahkan dari lahirnya Kementerian Agama. Kementerian Agama merupakan sebuah Kementerian yang termasuk paling awal berdiri jika dibandingkan dengan Kementerian lainnya. Kementerian ini berdiri pada tanggal 3 Januari 1946. Pada awal berdirinya, bidang Pendidikan Islam pada masa pemerintahan orde lama difokuskan pada pengembangan dan pembinaan madrasah dan pendidikan Islam di sekolah umum. Bidang ini ditangani selanjutnya diberi nama Bagian Pendidikan Agama yang mempunya tugas dan fungsi sebagai berikut:

  1. Memberi pengajaran agama di sekolah negeri dan partikulir
  2. Memberi pengetahuan umum di madrasah
  3. Mengadakan Pendidikan Guru Agama serta Pendidikan Hakim Islam Negeri.

Pada tahun 1950 Bagian Pendidikan Agama berkembang dan selanjutnya berubah namanya menjadi Jawatan Pendidikan Agama di Kementerian Agama. Fokus dari bagian ini tetap pada 3 aspek: yaitu memberi pengajaran pada sekolah negeri, memberi pengetahuian umum di madrasah dan mengadakan pendidikan guru agama serta pendidikan hakim Islam negeri. Pada tahun 1968 Jawatan Pendidikan Agama berubah nama menjadi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam).

Madrasah mencatat bahwa nama ini kemudian mengalami beberapa kali perubahan sebagai konsekuensi diterbitkannya Keppres tentang Susunan Organisasi Departemen/Kementerian yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Agama. Berikut diuraikan perubahan nama hingga menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Keputusan Presiden nomor 30 Tahun 1978 jo Keputusan Menteri Agama nomor 6 Tahun 1979, merubah nomenklatur Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.

Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam :

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  2. Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum Negeri;
  3. Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam;
  4. Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam;
  5. Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam.

Keputusan Presiden nomor 165 Tahun 2000 jo dengan Keputusan Menteri Agama nomor 1 Tahun 2001, merubah nomenklatur Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam menjadi Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.

Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam :

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  2. Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum;
  3. Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren;
  4. Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam;
  5. Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid.

Sehingga dapat dikatakan bahwa secara umum lahirnya Direktorat Pendidikan Madrasah terlahir dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama nomor 1 Tahun 2001. Keputusan Menteri Agama RI nomor 3 Tahun 2006  menetapkan bahwa susunan organisasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam merubah nama Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum menjadi Direktorat Pendidikan Madrasah. Selengkapnya susunan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  2. Direktorat Pendidikan Madrasah;
  3. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren;
  4. Direktorat Perguruan Tinggi Islam;
  5. Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;
  6. Dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Nomenklatur Direktorat Pendidikan Madrasah tidak mengalami perubahan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementeri Agama.

Direktorat yang kemudian sampai saat ini bernama Direktorat Pendidikan Madrasah dipimpin oleh seorang Direktur. Sejak awal berdiri hingga tahun 2013, Direktorat telah dipimpin 13 Direktur. Adapun nama nama Direktur tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Drs. Zaini A. Syis
  2. Drs. H. Ali Hasan
  3. Drs. Aya Sofia M.Ed
  4. Drs. Zamakhsyari Dhofier, MA
  5. Dr. Husni Rahim
  6. Drs. Abdul Azis, MA
  7. Dr. Bambang Pranowo
  8. Dr. Abdullah Sukarta
  9. Dr. Mohammad Irfan
  10. Drs. Firdaus Basyuni, M.Pd
  11. Drs. Ace Saefudin, M.A
  12. Prof. Dr. Dedi Djubaedi, M.Ag
  13. Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan M.A.

Direktorat Pendiikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendiikan Islam Kementerian Agama mempunyai visi Terwujudnya kelembagaan pendidikan Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibdtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang islami, bermutu, populis, dan mandiri; serta mampu menjadikan peserta didiknya sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, berkepribadian, menguasai iptek, dan mampu mengaktualisasikan diri secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Serta Misi Direktorat Pendidikan Madrasah yaitu  :

  1. Memperkuat identitas pendidikan Islam pada setiap jenjang pendidikan RA, MI, MTs, dan MA
  2. Meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan anak usia pendidikan RA, MI, MTs dan MA
  3. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan pada tingkat RA, MI, MTs, dan MA
  4. Meningkatkan kualitas tata kelola dan akuntabilitas lembaga pendidikan pada tingkat RA, MI, MTs, dan MA.

Pendidikan Madrasah, program maupun lembaga pendidikannya dikembangkan agar mempunyai ciri khas yang menjadi keunikan komparatif (Comparative uniqueness) dari sub sistem pendidikan nasional lainnya yaitu;

  1. Pendidikan Madrasah menempatkan nilai-nilai islam dan budaya luhur bangsa sebagai spirit dalam proses pengelolaaan dan pembelajaran ditandai dengan intensitas dan kuantitas pembelajaran agama islam, penciptaan suasana keberagaman islam dalam lembaga pendidikan, penyedioaan referensi dan sarana keagamaan, serta keteladanan dalam pelaksanaan keagamaan islam;
  2. Pendidikan madrasah bersifat holistic yang memadukan pengembangan manusia seutuhnya antara aspek jasmani dan rohani; akidah, ibadah, mu’amalah, aklakul karimah; ilmu agama dan ilmu pengetahuan juga teknologi; nilai tradisi dan modern; serta kearifan lokal dalam dinamika global;
  3. Pendidikan Madrasah menjujung tinggi nilai-nilai amanah; tafaqquh fi Al Din kesetaraan, kebangsaan, kebhinekaan, pemberdayaan, pembudayaan profesional dan bermutu.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama pada pasal 146 Direktorat Pendidikan Madrasah mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pendidikan madrasah.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Direktorat Pendidikan Madrasah menyelenggarakan fungsi:

  1. Perumusan kebijakan di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta kelembagaan dan kesiswaan;
  2. Pelaksanaan kebijakan kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta kelembagaan dan kesiswaan;
  3. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, serta kelembagaan, dan kesiswaan
  4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, serta kelembagaan, dan kesiswaan;
  5. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

 Berdasar pasal 148 PMA nomor 10 Tahun 2010 susunan organisasi Direktorat Pendidikan Madrasah terdiri dari :

  1. Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi;
  2. Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
  3. Subdirektorat Sarana dan Prasarana;
  4. Subdirektorat Kelembagaan;
  5. Subdirektorat Kesiswaan; dan
  6. Sub bagian Tata Usaha Direktorat.

Kebijakan Strategis

  1. Peningkatan Sarana dan Prasarana RA/BA Bermutu
  2. Peningkatan Sarana dan Prasarana MI, MTs & MA dalam Rangka Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
  3. Pengembangan Mutu RA/BA, MI, MTs dan MA
  4. Perluasan Kerjasama dan Bantuan Lembaga Donor (MEDP dan Akreditasi melalui AusAid)
  5. Penguatan Ciri Khas dan Regulasi Pendidikan Madrasah
  6. Pemenuhan Inpres No.3 Tahun 2010 mengenai PMT-AS
  7. Penyediaan Subsidi Pendidikan Madrasah Bermutu melalui Beasiswa Bakat dan Prestasi MTs dan MA
  8. Percepatan Akreditasi Madrasah
  9. Kompetisi dan Peningkatan Daya Saing Lembaga Madrasah
  10. Peningkatan Kualitas/Kompetensi/Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah.
  11. Peningkatan Citra, Tata Kelola / Manajemen & Akuntabilitas Pendidikan

Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan Madrasah
Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan Madrasah

Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama pada pasal 146 Direktorat Pendidikan Madrasah mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pendidikan madrasah.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146, Direktorat Pendidikan Madrasah menyelenggarakan fungsi:

  • Perumusan kebijakan di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta kelembagaan dan kesiswaan;
  • Pelaksanaan kebijakan kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta kelembagaan dan kesiswaan;
  • penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, serta kelembagaan, dan kesiswaan
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, serta kelembagaan, dan kesiswaan;
  • Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

Berdasar pasal 148 PMA nomor 10 Tahun 2010 susunan organisasi Direktorat Pendidikan Madrasah terdiri dari :

  • Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi;
  • Subdirektorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
  • Subdirektorat Sarana dan Prasarana;
  • Subdirektorat Kelembagaan;
  • Subdirektorat Kesiswaan; dan
  • Sub bagian Tata Usaha Direktorat.